Pengaruh Intelektual Sebuah Karya Ilmiah


Tugas Mata Kuliah : Metode Penelitian Perpustakaan

Disusun Oleh : Lilies Resthiningsih D1812089

Download dokumennya disini daftar-pustaka-bibliometrik

Pengaruh Intelektual Sebuah Karya Ilmiah

ANALISIS 1

Miftah, M. 2013. Pengembangan Karakter Anak Melalui Pembelajaran Ilmu Sosial .Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun III, No. 2, Juni 2013, hal. 204-217. Diperoleh 5 Juni 2014. Pada http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1441/1229.

Mengutip :

Sardiman. A. M. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Kutipan :

Miftah menuliskan  : (dalam halaman 210)

Sardiman (2007) mengemukakan bahwa untuk menuju pembelajaran yang efisien dan efektif, keterkaitan antara ketiga dimensi di atas mengisyaratkan perlunya pembelajaran integratif dalam ilmu sosial. Integratif di sini bukan selalu berarti peleburan beberapa mata pelajaran menjadi satu, integrasi dapat dilakukan dengan menyatukan visi pembelajaran melalui pengkajian tematis terhadap berbagai fenomena yang terjadi.

Yang dikutip (Sardiman) : (dalam halaman 170)

…, proses interaksi antara guru dan siswa tidak semata-mata hanya tergantung cara atau metode yang dipakai, tetapi komponen-komponen juga akan mempengaruhi keberhasilan interaksi belajar-mengajar tersebut.

Ada beberapa komponen dalam inteaksi belajar-mengajar. Komponen-komponen itu misalnya guru, siswa, metode, alat/ teknologi, sarana, tujuan. Untuk mencapai tujuan instruksional, masing-masing komponen itu akan saling merespon dan mempengaruhi antara yang saru dengan yang lain. Sehingga tugas guru adalah bagaimana harus mendisain dari masing-masing komponen agar menciptakan proses belajar-mengajar yang lebih optimal. Dengan demikian guru selanjutnya akan dapat mengembangkan interaksi belajar-mengajar yang lebih dinamis untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

 

 Cara mengutip (etika):

 Penulisan kutipan benar. Penulis mengutip dengan menyertakan sumbernya di body note dan di daftar pustaka. Sumber tersebut dapat dilacak dan ada bukunya.

Tata cara penulisan:

Miftah menuliskan kutipan dari Sardiman secara tidak langsung. Artinya Miftah mengutip ide dari Sardiman kemudian mengolahnya kembali dalam artikelnya dengan kata-katanya sendiri.

Relevansi:

Judul “Pengembangan Karakter Anak Melalui Pembelajaran Ilmu Sosial” dengan judul buku yang dikutip “Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar” menurut saya berkesinambungan, ada keterkaitan yaitu Pengembangan Karakter dengan Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar.

Dalam artikel yang dituliskan Miftah, paragraf 1 dengan yang lainnya berkaitan dengan judul. Artikel yang dikutip relevan dengan judul dan topik.

Ide yang di tuliskan Miftah dalam artikelnya dipengaruhi dari ide dari Sardiman. Artinya artikel tersebut ada relevansi, ada pengaruh.

 

ANALISIS 2

Sardiman. A. M. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Mengutip :

Surakhmad, Winarno. 1990. Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar : Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran . edisi ke V. Bandung : Tarsito.

Kutipan :

Sardiman menuliskan : (dalam halaman 21)

Selanjutnya ada, yang mendefinisikan : “belajar adalah berubah”. Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuain diri.

Yang dikutip (Winarno Surakhmad) : (dalam halaman 65)

Seorang ahli pendidikan …. . Belajar diajukan pada (1) pengumpulan pengetahuan, (2) penanaman konsep dan kecekatan, serta (3) pembentukan sikap dan perbuatan.

Belajar sebagai proses perubahan tingkah-laku telah ditegaskan dalam ceramah yang lalu sebagai proses yang terjadi di dalam satu situasi, bukan di dalam saru ruang hampa.

Cara mengutip (etika):

 Penulisan kutipan benar. Penulis mengutip dengan menyertakan sumbernya di daftar pustaka. Sumber tersebut dapat dilacak dan ada bukunya.

Sardiman menuliskan “Selanjutnya ada, yang mendefinisikan…”, sedangkan yang dikutip menuliskan “Seorang ahli pendidikan…”. Etika dalam mengutip seperti ini tidak jelas. Karena sumber yang mengatakan tidak ditulis dengan jelas, hanya inisial atau jabatan atau sebutan.

Tata cara penulisan:

Sardiman menuliskan kutipan dari Surakhmad secara tidak langsung. Artinya Sardiman mengutip ide dari Surakhmad kemudian mengolahnya kembali dalam bukunya dengan kata-katanya sendiri.

Relevansi:

Judul “Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar” dengan judul buku yang dikutip “Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar” menurut saya berkesinambungan, ada keterkaitan yaitu interaksi belajar mengajar.

Dalam artikel yang dituliskan Sardiman, paragraf 1 dengan yang lainnya berkaitan dengan judul. Artikel yang dikutip relevan dengan judul dan topik.

Ide yang di tuliskan Sardiman dalam bukunya dipengaruhi dari ide dari Surakhmad. Artinya artikel tersebut ada relevansi, ada pengaruh.

 

ANALISIS 3

Surakhmad, Winarno. 1990. Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar : Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran . edisi ke V. Bandung : Tarsito.

Mengutip :

Alexander, William Marvin. Halverson, Paul M. 1957. Effective Teaching in Secondary School. Third printing. New York : Rinehart and Company, Inc.

Kutipan :

Surakhmad menuliskan : (dalam halaman 87)

Dalam beberapa buku didaktik dan juga pada golongan guru-guru terdapat perumusan membaca sebagai “memperoleh pengertian dari dalaman yang tecetak”.

Yang dikutip (Alexander) : (dalam halaman 481)

…. a few sources for study are common and need to be consistently used by teachers : 1. Texts and supplementary materials used by pupils ….. 4. Book reviews (those books which are pertinent and available)

Cara mengutip (etika):

 Penulisan kutipan benar. Penulis mengutip dengan menyertakan sumbernya di daftar pustaka. Sumber tersebut dapat dilacak dan ada bukunya.

Surakhmad menuliskan “Dalam beberapa buku didaktik dan juga pada golongan guru-guru terdapat perumusan membaca…” untuk menyebutkan bahwa tulisan tersebut bukan hasil pemikirannya sendiri melainkan pemikiran dari orang lain. Etika dalam mengutip seperti ini tidak jelas. Karena sumber yang mengatakan tidak ditulis dengan jelas, hanya inisial atau jabatan atau sebutan.

Tata cara penulisan:

Surakhmad menuliskan kutipan dari Alexander secara tidak langsung. Artinya Surakhmad mengutip ide dari Alexander kemudian mengolahnya kembali dalam bukunya dengan kata-katanya sendiri.

Relevansi:

Judul “Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar” dengan judul buku yang dikutip “Effective Teaching in Secondary Schools” menurut saya berkesinambungan, ada keterkaitan yaitu pengajaran atau pembelajaran.

Dalam artikel yang dituliskan Surakhmad, paragraf 1 dengan yang lainnya berkaitan dengan judul. Artikel yang dikutip relevan dengan judul dan topik.

Ide yang di tuliskan Surakhmad dalam artikelnya dipengaruhi dari ide dari Alexander. Artinya artikel tersebut ada relevansi, ada pengaruh.

 

ANALISIS 4

Alexander, William Marvin. Halverson, Paul M. 1957. Effective Teaching in Secondary School. Third printing. New York : Rinehart and Company, Inc.

Mengutip :

Grambs, Jean D. 1951. Group Techniques in High School Classes. The Journal of True Education, Vol. 14, No. 2, Dec 1951, hal. 19-23. Diperoleh 5 Juni 2014. Pada http://documents.adventistarchives.org/Periodicals/JTE/JTE19511201-V14-02.pdf.

Kutipan :

Alexander menuliskan : (dalam halaman 142)

Dengan sub judul Class Committees, salah satu paragraf yang menurut saya berkesinambungan dengan artikel lain adalah :

As a group develops it is purposes and acts to achieve them, it soon recognizes that all members cannot do all things at all times. Delegation of responsibility is indicated for individuals and subgroups.

Yang dikutip (Grambs) : (dalam halaman 19)

Salah satu paragraf yang menurut saya berkesinambungan dijadikan inspirasi oleh Alexander adalah :

Arbitrary groupings make it possible for the teacher to rearrange the usual working groups in the classroom.

Cara mengutip (etika):

 Penulisan kutipan benar. Penulis mengutip dengan menyertakan sumbernya di daftar pustaka. Sumber tersebut dapat dilacak dan ada artikelnya.

Alexander menuliskan ide dalam tulisannya mendapatkan inspirasi tersebut setelah membaca artikel Grambs. Alexander tidak menyebutkan sumber ide tersebut dalam body note atau foot karena tidak mengutip secara langsung dan hanya untuk inspirasi tulisan. Untuk menyebutkan bahwa tulisan tersebut bukan hasil pemikirannya sendiri melainkan pemikiran dari orang lain, Alexander menuliskan sumbernya dalam daftar pustaka.

Tata cara penulisan:

Alexander menuliskan kutipan dari Grambs secara tidak langsung. Artinya Alexander mengutip ide dari Grambs kemudian mengolahnya kembali dalam artikelnya dengan kata-katanya sendiri yang berbeda.

Relevansi:

Judul “Effective Teaching in Secondary Schools” dengan judul buku yang dikutip “Group Techniques in High School Classes” menurut saya berkesinambungan, ada keterkaitan yaitu pengajaran atau pembelajaran.

Dalam artikel yang dituliskan Alexander, paragraf 1 dengan yang lainnya berkaitan dengan judul. Artikel yang dikutip relevan dengan judul dan topik.

Ide yang di tuliskan Alexander dalam artikelnya dipengaruhi dari ide dari Grambs. Artinya artikel tersebut ada relevansi, ada pengaruh.

 

ANALISIS 5

Grambs, Jean D. 1951. Group Techniques in High School Classes. The Journal of True Education, Vol. 14, No. 2, Dec 1951, hal. 19-23. Diperoleh 5 Juni 2014. Pada http://documents.adventistarchives.org/Periodicals/JTE/JTE19511201-V14-02.pdf.

Mengutip :

Berger, Donal. 1951. Planning in the Core Class. Education Leadership, Januari 1951, hal 208-214. Diperoleh 5 Juni 2014. Pada http://www.ascd.org/ASCD/pdf/journals/ed_lead/el_195101_berger.pdf.

Kutipan :

Grambs menuliskan : (dalam halaman 21)

How does one grade a group product? Here again some pupil-teacher agreement is very useful; in fact, it is mandatory. Since not everyone contributes alike to any group project, there must be room for both individual and group recognition. This can be accomplished by having a group grade on one end product—say a report or an oral presentation, while also having an individual

grade on some common assignment, such as a quiz of subject matter that the group is covering, a written report of individual reading or interviewing, and so forth. Students will be very intent on knowing how the grades will be weighted; it is important to give the group product sufficient weight in the total grading to encourage the best effort of everyone. But in order to account for individual differences and other imponderables, some provision is needed for an individual assessment of growth. 2, 7, 10

Dengan daftar pustaka

2 Bergh, Donald. “Planning in the Core Class,” Ed. Leadership, 8:208-2014, January, 1951.

Yang dikutip (Berger) : (dalam halaman 213)

The function of the teacher was quite a disturbing thought to them, since they had not considered it before but the result of the discussion was a more careful analysis of his role.

Cara mengutip (etika):

 Penulisan kutipan benar. Penulis mengutip dengan menyertakan sumbernya di body note dan daftar pustaka. Sumber tersebut dapat dilacak dan ada artikelnya.

Tata cara penulisan:

Grambs menuliskan kutipan dari Berger secara tidak langsung. Artinya Grambs mengutip ide dari Berger kemudian mengolahnya kembali dalam artikelnya dengan kata-katanya sendiri yang berbeda.

Relevansi:

Judul “Group Techniques in High School Classes” dengan judul buku yang dikutip “Planning in the Core Class” menurut saya berkesinambungan, ada keterkaitan yaitu pengajaran atau pembelajaran.

Dalam artikel yang dituliskan Grambs, paragraf 1 dengan yang lainnya berkaitan dengan judul. Artikel yang dikutip relevan dengan judul dan topik.

Ide yang di tuliskan Grambs dalam artikelnya dipengaruhi dari ide dari Berger. Artinya artikel tersebut ada relevansi, ada pengaruh.

 

KESIMPULAN

Penulisan kutipan semua artikel sudah benar. Semua penulis mengutip dengan menyertakan sumbernya daftar pustaka. Sumber tersebut dapat dilacak dan ada artikelnya. Ada 2 artikel yang menyertakan sumbernya dalam body note dan foot note dan menuliskannya juga dalam daftar pustaka.

Ada 2 artikel yang kurang jelas menyebutkan sumbernya, contohnya “Menurut para ahli…”. Ada 1 artikel yang jelas menyebutkan sumbernya dalam body note, contohnya “Menurut Sardiman (2007)…”. Ada 2 artikel yang menyertakan dalam daftar pustaka yang hanya untuk inspirasi. Yang mana keterkatian dengan judul atau artikel yang dikutip masih berkesinambungan.

Semua penulis menuliskan kutipannya secara tidak langsung. Artinya mengutip ide dari orang lain kemudian mengolahnya kembali dalam artikelnya dengan kata-katanya sendiri yang berbeda.

Dari artikel 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 menurut saya berkesinambungan, ada keterkaitan yaitu menuliskan topik yang berkaitan tentang pengajaran atau pembelajaran. Dalam artikel yang dituliskan diatas, paragraf 1 dengan yang lainnya berkaitan dengan judul. Semua artikel yang dikutip relevan dengan judul dan topik.

Ide yang di tuliskan Miftah (artikel 1) secara tidak langsung dipengaruhi dari ide dari Berger (artikel 6). Artinya artikel tersebut ada relevansi, ada pengaruh. Sehingga dapat dikatakan bahwa artikel Berger (artikel 6) memiliki tingkat popularitas yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s