WAJAH MU BURAM TANPA KACAMATA


animasi wajah buram melihatmu
animasi wajah buram melihatmu

Kejadian ini kualami seusai aku kuliah. Pada saat itu jam kuliah ku siang, jadi pulangnya sekitar jam 11.00 – an.

Sebelumnya aku berangkat dari rumah. Aku duduk – duduk di samping ruangan kuliah sambil menanti teman – teman ku dan dosen nya yang 30 menit lagi datang. Aku mengenakan kacamata baruku. Cie cie. Hehe. Tapi sob, rasanya ga kaya biasanya. Karena belum terbiasa dengan yang baru, aku sakit mengenakannya. Sial benar aku tak bawa kacamata cadangan ku. Jadi ya kulepas aja. Mataku telanjang tanpa kacamata. Hehe. Tapi aku masih dapat mengenali teman – teman ku dari gerak geriknya.

Pas kuliah aku juga ga pakek kacamata. Burem tenan sumpah. Haha. Aku dipanggil dosen ku untuk mengumpulkan tugas saja sampai lupa tugasnya ga kubawa saat aku sampai di depan. Hehe, jadi mundur ambil tugas ku yang ditas dulu.

Teman-teman ku melihatku emang gimana gitu kalo tanpa kacamata. Hehe.

Absensi pun selesai, semua mahasiswa kelas A keluar dari ruangan dan pulang. Aku menuju parkiran gedung 4, dimana aku memarkirkan sepedaku. Aku saat itu keluar bersama seorang teman ku. Dyah. Sampai diparkiran aku bingung. Ga biasanya parkir di gedung 4. Parkirannya sumpek banget jadi aku lama disitu.

Saat aku mengundurkan sepedaku, sepedaku nontok (berbenturan) dengan sepeda belakang ku.

“Adduh !!” begitu ucapku.

Tiba – tiba, “Haaaasssssccchhhiiiiinggggg !!”.

Aku tersontak kaget mendengar suara bersin mas yang ada di belakangku (dia mau lewat tapi terhalang sepedaku yang malang di sela – sela parkir.

“Sini dek tak angkat e”, ucap mas nya sambil tersenyum.

Lalu spontan masnya langsung mengangkat sepeda ku dari himpitan sepeda-sepeda lainnya. Karena aku salting, aku langsung bilang.

“Mpun mas, mpun, makasih ya mas?” ucapku.

Masnya tadi bisa lewat menuju sepedanya dan aku menaiki sepedaku. Setelah ku start-er, lalu aku pelan – pelan mengendarai sepedaku yang akunya masih di parkiran itu. Aku bingung, belok an tajam banget. Sempit lagi, lagi lagi aku harus turun dan mengangkat sepedaku agar tidak berbenturan dengan sepeda lain.

Astaga ternyata masnya tadi disamping ku, sudah memegangi sepeda, pertanda dia mau keluar parkiran juga. Aku salting lagi. Eehhh ada 2 teman mas nya tadi.

“Zal, mbok di ewak i mindah to zal, koe ki ra pengertian zal !” ceplos teman 1

“Iyo ki, Rizal ik !!” ceplos teman 2

Namun aku langsung mengangkat sepedaku dan bergegas, aku cengar – cengir, malu aku, disangka aku dari tadi sial kali yah. Masnya juga tersenyum, aku pun segera cabut.

“Wah, cie cie, cie ciieee” goda 2 temannya tadi

“Wah, namanya Rizal toh. Emmm, makasih ya mas Rizal. Hehe” ucapku dalamhati.

“Adduh, sialan aku gag pakek kacamata buram banget, muka ne mas Rizal tadi aku nggak inget” tambah ku gumam dalam hati

Hah sungguh aku tak mengenakan kacamata itu. Aku kehilangan muka yang telah menolongku tadi. Tapi tak apalah yang aku ingat sepedanya motor cowok abu – abu. Hehe.

Mungkin memang benar judul diatas, “wajahmu buram tanpa kacamata”. Ini artinya kalo aku enggak pakek kacamata, liat muka mukamu alias muka kalian itu buram semua. Buram disini artinya agak kabur aliar ora cetho. Hehe

Wajahmu buram mas, kalo aku gag pakek kacamata. Hehe

2 tanggapan untuk “WAJAH MU BURAM TANPA KACAMATA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s