RASA SEBUAH KETULUSAN


isnan lilies, ffe-il, cii jeyeg, jeyeg, lilies
rasa sebuah ketulusan bisa di rasakan dimana saja, saat kita bersama orang terspesial kita, teman kita, sahabat kita dan keluarga kita.

 

Seorang teman karib menghampiri meja kerja mu dan memungut sebatang pensil yang patah. Pintanya, “Bolehkah aku pinjam ini?” kamu yang sibuk hanya menengok sekelebat dan berkata, “Ambil saja”.
Setelah itu, kamu lupa akan kejadian itu selamanya. Padahal bagi teman ku, pensil patah itu amat berharga demi pengerjaan tugasnya.
Tahukah kamu bagaimana “rasa” sebuah ketulusan? Setiap dari kita pasti pernah memberikan sesuatu dengan tulus. Namun tidak banyak yang mampu memahaminya karena ketulusan bukanlah rasa. Apalagi untuk dirasa-rasakan. Ketulusan adalah rasa yang tak terasa, sebagaimana kamu mempersilakan teman dekat mu untuk mengambil pensil patah mu. Tiada setitik pun keberatan. Tiada setitik pun permintaan terima kasih. Tiada setitik pun rasa jasa. Semuanya lenyap dalam ketulusan. Sayangnya tidak mudah bagi kita untuk memandang dunia ini seperti pensil patah itu, sehingga selalu ada rasa keberatan atau berjasa.
Sayangnya tidak mudah juga untuk bersibuk-sibuk pada keadaan diri sendiri, sehingga pensil patah pun terkadang tampak bagai pena emas. Jangan ingat-ingat perbuatan baik mu. Kebaikan yang kamu letakkan dalam ingatan bagaikan debu yang tertiup angin.

(dikutip dari HTS)

2 tanggapan untuk “RASA SEBUAH KETULUSAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s